Kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat boleh mencibir Payakumbuh yang cuma punya 1 bioskop “taratak bungo karang”, namun urusan warnet (warung internet) di sini ada ratusan lebih. Jauh lebih banyak dibanding Bukittinggi bahkan mungkin Padang, ibukota Sumatera Barat.
Inilah salah satu warnet terbesar dengan belasan unit komputer modern dan asri suasanya. Jauh dari kebisingan bila dibanding warnet yang ada di pusat kota, misalnya.
Mengapa begitu? Payakumbuh, dikenal sebagai kota kuliner juga sebagai Kota Pelajar sebagaimana dikenalnya Yogyakarta sebagai Kota Pelajar.
Cuma, jangan berharap mau naik taxi dari Payakumbuh ke Bukittinggi. Anda akan terlalu lama menunggu. Cukup sediakan uang Rp.6.000,- saja, maka dapat Anda tempuh selama 33 menit Bukittinggi dengan otobus yang cukup kuno bentuknya.
Ini ada taxi yang terekam laksana UFO saat SP mau ke warnet di Jalan Soekarno Hatta, Payakumbuh.
Taxi di Payakumbuh seperti menunggu Crop Circle dan UFO Akan Mendarat Dimana-mana. LIhat http://sosbud.kompasiana.com/2011/01/31/crop-circle-dan-ufo-akan-mendarat-dimana-mana/
Yang perlu ditingkatkan adalah pemeliharaan jalan dan kebersihan saja di Payakumbuh. Sebab, hingga hari, Senin (31/1/2011) masih banyak jalan yang rusak parah namun luput dari pemantauan dinas terkait, antara lain jalan di Pasar Payakumbuh yang laksana kubangan kabau (kerbau) besarnya.
Kubangan kabau di Jalan Nunang(1)
Lainnya:
Di Jalan inilah masyarakat ba-bendi bendi ka Pasa Payakumbuh, aduh beceknya…siapolah yang tanggung, siapolah nan marasai…(syair nyeleneh Babendi-bendi ka Sungai Batang)

1 comment:
Post a Comment